Selasa, 29 Desember 2015

Birunya Langit~Birunya Laut


Aku suka pegunungan, kamu suka lautan

Aku senang ketinggian, kamu senangnya sama ikan-ikan

Aku hobi hiking, kamu hobi mancing

Aku pencapaiannya mdpl, kamu sampainya di 0 km

Meski banyak perbedaan

Tapi kita pernah dipersatukan

Bukan tuk mencari persamaan

Tapi melengkapi apa yang kurang

Dan  menjadikan itu kesempurnaan

Sabtu, 12 Desember 2015

Mata Pelajaran Kehidupan

Sepenggal cerita selama PPL 2

Kesempatan seperti ini tak akan bisa dibeli juga takkan terulang lagi

PPLnya memang telah berakhir tapi silaturahminya semoga takkan pernah berakhir

Berjuta maaf terhaturkan jika ada salah kata, ucap, ataupun perilaku yang tak mengenakkan hati

Terima kasih banyak telah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya

Terima kasih banyak atas semua ilmu, pelajaran, pengalaman, waktu, pikiran, serta kebersamaan yang telah diberikan, dicurahkan, dan dikorbankan

Semua itu tak akan terlupakan dan pasti tersimpan di hati yang terdalam

Senang bisa bertemu dan mengenal semuanya

Rasanya begitu sempurna, sungguh sayang untuk mengakhirinya

 

"Terakhir bukan berarti Berakhir"



Tak Berjudul


Dulu. . .Setiap minggu bisa bertemu

Tapi sekarang. . .

Mungkin 3 bulan sekali bisa menebus rindu

Dulu. . .Dengar tangis, canda, tawa mereka

Tapi sekarang. . .

Semua itu sirna, hanya kenangan yang tersisa

Dulu. . .Selalu ada peluk dan cium mesra

Tapi sekarang. . .

Tak ada lagi kemesraan yang terasa

Karna ada bentangan jarak yang memisah

Dan rasa di batin yang menyiksa

Hingga akhirnya merusak segalanya

Dan terbekas perih sebuah luka


Desain Kaos(ku)


Desain(ku) 1


Desain(ku) 2

Desain(ku) 3
Masih dalam taraf belajar dan coba-coba.
Silahkan diberi komentar, kritik, dan saran. . .
Semuanya ditampung demi kedepannya yang lebih baik lagi ^-^

Minggu, 22 Februari 2015

Senjaku..Bersamamu...

Bentangan langit berwarna orange dan ungu
Genangan air menenangkan diantara hijau dan biru

Kicauan burung bersaut dengan canda gurau merayu

Memandang tulusnya kasih sepasang bercumbu

Hembusan angin merasuk seisi kalbu

Tak seirama dengan detak jantung yang semakin gemuruh

Langkah kaki beriring pada jalan setapak kayu rapuh

Tergenggam erat jemari tak ingin lepas selayaknya debu terjatuh

Beningnya mata selalu ingin menatap sesosok rindu

Hingga tersipu di singgahsana berbatu

Sampai habiskan waktu senjaku bersamamu